Saat hati bicara
Bibirku terkatup rapat
Tanpa satu pun kata
Tak ada logika yang masuk
Atau akal yang dapat di cerna
Mungkin kau hanya wanita biasa
Dengan rupa yang biasa
Dan pesona yang biasa
Namun...
Saat hati bicara
Bagiku kau adalah wanita yang terbaik
yang aku mau
dan wanita yang sempurna
yang aku mau
Jakarta, 04 Agustus 2009
Selasa, 04 Agustus 2009
Senin, 03 Agustus 2009
Agustus Kelabu
Ku mulai awal Agustus
dengan hati penuh kelabu
Tak ada hati untuk berbagi
Tak ada cinta untuk bercerita
Hanya kekosongan
Hanya kehampaan
Hari ini hari jadiku
Hari pertama kulihat indahnya dunia
Puluhan tahun yang lalu
Ya...
Hari ini adalah tiga agustus
Tanggal kelahiranku
Awal bulan yang seharusnya menyenangkan
Berubah menjadi pilu
Cinta...
Dimanakah kau berada saat ini ?
Jakarta, 03 Agustus 2009
dengan hati penuh kelabu
Tak ada hati untuk berbagi
Tak ada cinta untuk bercerita
Hanya kekosongan
Hanya kehampaan
Hari ini hari jadiku
Hari pertama kulihat indahnya dunia
Puluhan tahun yang lalu
Ya...
Hari ini adalah tiga agustus
Tanggal kelahiranku
Awal bulan yang seharusnya menyenangkan
Berubah menjadi pilu
Cinta...
Dimanakah kau berada saat ini ?
Jakarta, 03 Agustus 2009
Terlambat Sudah...
Mengapa aku begitu bodoh
Tidak menyadari kehadiranmu disampingku
Dirimu sangatlah berharga untukku
Senyummu meneduhkan jiwaku yang gersang
Perhatianmu menghangatkan jiwaku yang beku
Betapa kasihmu tulus untukku
Aku hanya bisa menangisi kepergianmu
Aku telah kehilanganmu untuk selamanya
Kini
Terlambat sudah...
Semua telah berakhir
kala aku baru ingin memulainya
Jakarta, 03 Agustus 2009
Tidak menyadari kehadiranmu disampingku
Dirimu sangatlah berharga untukku
Senyummu meneduhkan jiwaku yang gersang
Perhatianmu menghangatkan jiwaku yang beku
Betapa kasihmu tulus untukku
Aku hanya bisa menangisi kepergianmu
Aku telah kehilanganmu untuk selamanya
Kini
Terlambat sudah...
Semua telah berakhir
kala aku baru ingin memulainya
Jakarta, 03 Agustus 2009
Minggu, 02 Agustus 2009
PS; Untuk Kekasih Tercinta
Beribu alasan telah kucari
tapi tak satu pun alasan kudapatkan
untuk ku bisa membencimu
Namun tak butuh alasan apa pun
untuk ku bisa mengetahui
Betapa ku begitu
mencintaimu…
Jakarta, 30 Juli 2009
tapi tak satu pun alasan kudapatkan
untuk ku bisa membencimu
Namun tak butuh alasan apa pun
untuk ku bisa mengetahui
Betapa ku begitu
mencintaimu…
Jakarta, 30 Juli 2009
Bersamamu…
Saat kau butuh bahu tuk bersandar
Saat kau butuh teman tuk mendengar
Yakinkan hatimu ku ada dekatmu
Bersamamu…
Saat kau bersedih
Bersamamu…
Saat kau menangis
Usah kau rasa sendiri
Yakinkan hatimu ku ada dekatmu
Bersamamu…
Jakarta, 30 Juli 2009
Saat kau butuh teman tuk mendengar
Yakinkan hatimu ku ada dekatmu
Bersamamu…
Saat kau bersedih
Bersamamu…
Saat kau menangis
Usah kau rasa sendiri
Yakinkan hatimu ku ada dekatmu
Bersamamu…
Jakarta, 30 Juli 2009
Dilema
Bila saja…
cinta kita bisa dibagi dua
antara dirimu dan dirinya
Bukan maksudku untuk khianati cinta
Karena ku sayang kalian berdua
Mungkin aku bukanlah lelaki yang sempurna
Namun rasa ini tak bisa berdusta
Tanpa cinta aku terasa hampa
Karena cinta aku menjadi bisa
Dengan cinta aku sungguh perkasa
Maafkan aku yang telah menorehkan luka
Di dalam hati ku pun tersiksa
Bila ku harus memilih satu yang ku cinta
Haruskah aku sendiri saja…?
Jikalau aku boleh meminta
Aku memilih kau dan dia
Jakarta, 01 Agustus 2009
cinta kita bisa dibagi dua
antara dirimu dan dirinya
Bukan maksudku untuk khianati cinta
Karena ku sayang kalian berdua
Mungkin aku bukanlah lelaki yang sempurna
Namun rasa ini tak bisa berdusta
Tanpa cinta aku terasa hampa
Karena cinta aku menjadi bisa
Dengan cinta aku sungguh perkasa
Maafkan aku yang telah menorehkan luka
Di dalam hati ku pun tersiksa
Bila ku harus memilih satu yang ku cinta
Haruskah aku sendiri saja…?
Jikalau aku boleh meminta
Aku memilih kau dan dia
Jakarta, 01 Agustus 2009
Perempuan Bercelana Pendek
Perempuan Bercelana Pendek
Begitu seksi dimataku
Begitu memikat dihatiku
Perempuan Bercelana Pendek
Rambut hitam terurai
Bibir merah delima mengembang
Gemulai tubuh aduhai
Kaki panjang dan jenjang
Sungguh membuat jantungku berdebar
Perempuan Bercelana Pendek
Biarkan aku menyentuhmu
Mencumbumu…
Memelukmu…
Menciummu…
Luapkan hasrat jiwa
Satukan raga dunia
Arungi ombak kehidupan
Bersama…Berdua…Selamanya….
Jakarta, 24 Juli 2009
Begitu seksi dimataku
Begitu memikat dihatiku
Perempuan Bercelana Pendek
Rambut hitam terurai
Bibir merah delima mengembang
Gemulai tubuh aduhai
Kaki panjang dan jenjang
Sungguh membuat jantungku berdebar
Perempuan Bercelana Pendek
Biarkan aku menyentuhmu
Mencumbumu…
Memelukmu…
Menciummu…
Luapkan hasrat jiwa
Satukan raga dunia
Arungi ombak kehidupan
Bersama…Berdua…Selamanya….
Jakarta, 24 Juli 2009
Perempuan Berkerudung Putih
Bidadari-Bidadari Bening
Calon penghuni Syurga
Berjalan beriringan menuju Istana Dunia
Membawa kitab mendekap sajadah
Melantunkan ayat-ayat cinta
Melafazkan asmaul husna
Perempuan Berkerudung Putih
Temani aku menuju Syurga-Nya
Jakarta, 28 Juli 2009
Calon penghuni Syurga
Berjalan beriringan menuju Istana Dunia
Membawa kitab mendekap sajadah
Melantunkan ayat-ayat cinta
Melafazkan asmaul husna
Perempuan Berkerudung Putih
Temani aku menuju Syurga-Nya
Jakarta, 28 Juli 2009
Sabtu, 01 Agustus 2009
Langganan:
Postingan (Atom)